Kemarin saya mendapat beberapa pengalaman yang cukup seru. Hari itu tepatnya tanggal 6 Januari 2008. Saya mengawali hari dengan kurang nyaman, karena saya merasa membuat kesal seseorang yang sekiranya membutuhkan saya. Saat seseorang sedang membutuhkan teman tapi kita yang dibutuhkan kurang peduli dengan dia. Alhamdulillah, masalah bisa langsung diselesaikan dengan ketemu dan ngobrol sejenak.
Saat di kost, istirahat sebentar pengen nya langsung mandi dan melanjutkan hari lagi. Setelah bercanda dengan teman (cukup menenteramkan hati), saya ke kamar mandi untuk mandi. Tapiii………….
Saya melihat suatu keanehan, piring-piring dan gelas. Sejak lebaran Iedul Adha tidak ada yang mau mencuci karena merasa itu bukan DIA yang memakai. Dan kamar mandi terasa jorok sekali mulai dari sampah yang ada dimana-mana, bekas tumapahan sabun yang tidak dibersihkan, pokoknya klo’ kamar mandi di sebelah kosong mendingan mandi di sebelah. Yaah, mumpung sedang semangat iseng-iseng cuci piring,gelas, dan bersihin kamar mandi. Semoga teman-teman kost bisa sadar kalau hidup di dunia ini kita tidak sendiri, semoga saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Amiiin..
Singkat cerita, setelah mandi, makan siang lalu ke kampus, ikut rapat koordinasi sebentar, sekitar jam 3 an diminta teman menemani ke BEC beli laptop. Disini ada sebuah pelajaran yang cukup menarik. Sebenarnya, judul yang saya tulis di atas adalah inti cerita yaang akan saya sampaikan ini.
Sebelum teman saya mengajak ke BEC, ternyata dia sudah kesini duluan. Beli Chassing Hard Disk Eksternal sambil melihat si Laptop yang sudah cukup lama diincar (COMPAQ Pressario c3660). Lebih tepatnya lagi si Laptop cukup menarik dan si penjual menawarkan tambahan (upgrade) dengan harga yang sama. Tapi, sayang sekali saat kembali ke toko yang menyediakan tambahan fasilitas itu. Si Laptop sudah habis stok nya, sudah di beli orang lain. Betapa “seru“nya sensasi yang dialami oleh jantung teman saya saat tahu laptop yang sudah lama dia idamkan dan tadi ada kesempatan untuk membelinya, tiba-tiba sudah tidak ada. Serasa seperti saat kita sedang mengejar seseorang dan si orang tersebut sudah nampak jelas akan berkata iya, hanya tinggal ngomong. Tapi gara-gara kita terlalu lama, si doi sudah keburu diambil oleh orang lain. (Hiperbolis banget ya?
.)
Alhamdulillah bisa mendapay ganti nya di toko lain, dengan harga yang berbeda sedikit. Yaah daripada mengulangi kesalahan yang sama.
Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah, saat ada kesempatan unutk mendapatkan sesuatu. Atau pada saat ada kesempatan untuk sesuatu yang insyaAllah itu untuk kebaikan kita. Jangan terlalu lama menunggu, takutnya akan ada penyesalan karena tidak sempat atau tidak jadi dapat. Lebih sakit lagi saat kita seharusnya bisa melakukan sesuatu, tapi karena kurang cekatan atau kurang apapun lah kita jadi menyesal tidak melakukan apa-apa.
Kesempatan tidak datang 2 kali bung. Walaupun sebenarnya hanya Allah yang Maha Adil dan yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambanya.
Nb. mungkin ini agak nyambung sengan tulisan saya sebelum nya. Hidup itu “pilihan”